Sampah dapat menyebar ke seluruh sungai dan samudra di dunia, terkumpul di pantai dan di dalam pusaran air. Puing-puing ini merusak habitat fisik, menimbulkan polusi kimia, mengancam kehidupan air, dan mengganggu penggunaan sungai, laut, dan lingkungan pesisir oleh manusia.

Dari semua sampah, sampah plastik memiliki potensi terbesar untuk merusak lingkungan, satwa liar, Dapat ditemukan mengambang di permukaan dan di dasar sungai. Kemudian terbawa oleh arus sungai ke laut, dimakan oleh burung dan ikan, mencemari sistem pencernaan mereka, menyebabkan mereka kelaparan.

Penumpukan sampah juga masih terlihat di beberapa lokasi di tasikmalaya, di jembatan dekat pasar sayuran, tepatnya diatas jembatan sungai ciloseh, membuat resah sebagian masyarakat sekitar dan mengahalangi para pejalan kaki karena sampah berserakan tepat diatas trotoar jembatan tersebut.

Dalam hal ini tidak ada yang harus disalahkan, selain pengelolaan sampah oleh dinas setempat juga kembali kepada kesadaran masyarakat akan dampak buruk yang bisa ditimbulkan oleh sampah.

Sampah yang berserakan diatas jembatan tersebut terlihat ada beberapa yang jatuh ke dasar sungai ciloseh yang tentunya akan menimbulkan pencemaran terhadap sungai, dalam jangka panjang masalah ini mungkin akan semakin besar jika tidak secepatnya ditangani dengan bijak dan juga jika tetap kurangnya kesadaran dari masyarakat.

Jadi bagaimana solusinya?

Hal ini masih menjadi misteri dan menjadi PR yang harus dipikirkan bersama.

Mudah-mudahan masalah ini bisa secepatkan mendapatkan penanganan dan solusi terbaik untuk semua pihak demi terciptanya lingkungan bersih dan sehat.