Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 14 tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja dan Permendikbud No. 27 tahun 2018 tentang Rincian Tugas Unit Kerja di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, LPMP Jawa Barat melakukan pemetaan mutu pendidikan yang hasilnya harus disajikan dan dipublikasikan kepada para pemangku kepentingan. Pemetaan mutu Pendidikan ini harus mengacu pada capaian 8 SNP dari setiap satuan Pendidikan.

 

Suplemen ini hadir sebagai pelengkap penjelasan cara pengisian dari Instrumen pengukuran alternative terhadap capaian 8 SNP (IP – SNP) yang disediakan oleh LPMP Jawa Barat agar sekolah dan stakeholder di wilayah provinsi Jawa Barat dapat lebih memanfaatkan hasil peta mutunya.

 

IP-SNP kependekan dari Instrumen Pengukuran Standar Nasional Pendidikan merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pencapaian 8 SNP bagi sekolah, yang merujuk pada indikator 8 SNP. IP-SNP dapat digunakan oleh sekolah sebagai alternatif dalam pemetaan mutu pendidikan atau Evaluasi Diri Sekolah (EDS). Instrumen IP-SNP berasal dari instrumen PMP Pusat, yang dibuat lebih sederhana dan praktis untuk pemetaan mutu di lingkungan Provinsi Jawa Barat.

 

8 Standar Nasional Pendidikan tersebut diantaranya :

 

1.      STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

 

1.1. Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap minimal baik berdasarkan

 

Nilai rapor sikap adalah nilai yang diberikan guru pada buku rapor sesuai dengan kondisi siswa selama 1 tahun dengan kategori nilai sikap “Minimal Baik”


1.2. Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi pengetahuan sesuai ketentuan

 

Nilai rapor dimensi pengetahuan adalah nilai yang diberikan guru pada buku rapor sesuai dengan kondisi siswa selama 1 tahun dengan kategori nilai sama dan atau lebih dari SKM sekolah.


1.3. Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi keterampilan sesuai ketentuan

 

Nilai rapor dimensi pengetahuan adalah nilai yang diberikan guru pada buku rapor sesuai dengan kondisi siswa selama 1 tahun dengan kategori nilai sama dan atau lebih dari SKM sekolah.

 

 

2.      STANDAR ISI

 

2.1. Perangkat pembelajaran sesuai rumusan kompetensi lulusan

 

Perangkat pembelajaran meliputi program tahunan, program semester, silabus, RPP, buku yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran, lembar tugas terstruktur dan kegiatan mandiri, handout, alat evaluasi dan buku nilai. Perangkat pembelajaran disusun guru sesuai kompetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan.


2.2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan sesuai prosedur

 

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dikembangkan sesuai prosedur, antara lain:

 

  • Melibatkan pemangku kepentingan;
  • Mengacu pada kerangka dasar penyusunan;
  • Melewati tahapan operasional pengembangan: analisis peraturan perundangundangan dan ketentuan lainnya, konteks, ketersediaan sumber daya Pendidikan.
  • Perangkat yang dikembangkan mencakup: Pedoman kurikulum, muatan lokal, ektrakurikuler, pembelajaran, penilaian hasil belajar, sistem kredit semester, bimbingan dan konseling, evaluasi kurikulum, pendampingan pelaksanaan kurikulum, pendidikan kepramukaan.

 

2.3. Sekolah melaksanakan kurikulum sesuai ketentuan

 

Sekolah melaksanakan kurikulum sesuai ketentuan, antara lain:

  1. Menyediakan alokasi waktu pembelajaran sesuai struktur kurikulum yang berlaku
  2. Sekolah mengatur beban belajar bedasarkan bentuk pendalaman materi
  3. Sekolah menyelenggarakan aspek kurikulum pada muatan local
  4. Sekolah melaksanakan kegiatan pengembangan diri siswa

 

 

3.      STANDAR PROSES

 

3.1. Sekolah merencanakan proses pembelajaran sesuai ketentuan

 

Sekolah merencanakan proses pembelajaran sesuai ketentuan sebagai berikut:

·         Perencanaan pembelajaran mengacu pada silabus yang telah dikembangkan

·         Perencanaan pembelajaran mengarah pada pencapaian kompetensi

·         Pendidik menyusun dokumen rencana dengan lengkap dan sistematis sesuai dengan permendikbud

·         RPP mendapatkan evaluasi dari kepala sekolah dan pengawas sekolah

 

3.2.  Proses pembelajaran dilaksanakan dengan tepat

 

Proses pembelajaran dilaksanakan dengan tepat dengan indikator sebagai berikut:

  1. Membentuk rombongan belajar dengan jumlah siswa sesuai ketentuan
  2. Mengelola kelas sebelum memulai pembelajaran
  3. Pembelajaran mendorong siswa mencari tahu: pembelajaran yang mengembangkan rasa keingintahuan dan pemahaman baru
  4. Pembelajaran menuju penguatan penggunaan pendekatan ilmiah: melakukan pengamatan, mengumpulkan informasi, mengolah dan menganalisis data, menarik kesimpula
  5. Pembelajaran berbasis kompetensi
  6. Pembelajaran terpadu: pembelajaran tematik di SD disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa, di SMP/SMA/SMK sesuai karakteristik kompetensi mata pelajaran dan IPA-IPS terpadu bagi SMP
  7. Pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multidimensi
  8. Pembelajaran menuju keterampilan aplikasi
  9. Pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat
  10. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas.
  11. Mengakui atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa
  12. Menerapkan metode pembelajaran sesuai karakteristik siswa
  13. Memanfaatkan media pembelajaran dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran
  14. Pembelajaran berbasis aneka sumber belajar
  15. Mengelola kelas saat menutup pembelajaran

 

3.3. Pengawasan dan penilaian otentik dilakukan dalam proses pembelajaran

 

Pengawasan dan penilaian otentik dilakukan dalam proses pembelajaran dengan memenuhi indikator sebagai berikut:

  • Melakukan penilaian otentik secara komprehensif
  • Memanfaatkan hasil penilaian otentik
  • Melakukan pemantauan dan supervisi proses pembelajaran
  • Mengevaluasi proses pembelajaran
  • Menindaklanjuti hasil pengawasan proses pembelajaran

 

 

4.      STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN

 

4.1. Aspek penilaian sesuai ranah kompetensi

 

Aspek penilaian sesuai ranah kompetensi jika memenuhi indikator sebagai berikut:

  • Penilaian mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan
  • Bentuk pelaporan penilaian sesuai dengan ranah yang dinilai: Hasil penilaian pencapaian pengetahuan dan keterampilan siswa disampaikan dalam bentuk angka dan/atau deskripsi, penilaian sikap dilakukan dengan mendeskripsikan perilaku siswa.

 

4.2. Teknik penilaian obyektif dan akuntabel

 

Teknik penilaian obyektif dan akuntabel dapat dipenuhi jika sesuai dengan ketentuan:

  • Jenis teknik penilaian yang digunakan obyektif dan akuntabel: penilaian dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi mekanisme, prosedur,, teknik, maupun hasilnya dan tidak dipengaruhi subyektifikas guru
  • Memiliki Kelengkapan perangkat teknik penilaian: penilaian dilakukan sesuai karakteristik kompetensi dan memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti validitas empirik

 

4.3. Penilaian pendidikan ditindaklanjuti

 

Penilaian pendidikan ditindaklanjutidengan memenuhi indicator sebagai berikut:

  • Menindaklanjuti hasil pelaporan penilaian: ditindaklanjuti untuk melakukan perbaikan dan/atau penjaminan mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan
  • Melakukan pelaporan penilaian secara periodik: kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau, didokumentasikan secara sistematis

 

4.4. Instrumen penilaian menyesuaikan aspek

 

Instrumen penilaian menyesuaikan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan

  • Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan dan teknik penilaian lain yang relevan
  • Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai
  • Penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

 

4.5. Penilaian dilakukan mengikuti prosedur

 

Penilaian dilakukan mengikuti prosedur sebagai berikut:

  • Prosedur penilaian berdasarkan penyelenggara penilaian: oleh guru, sekolah dan pemerintah
  • Penilaian aspek sikap dilakukan melalui tahapan: 1) mengamati perilaku siswa selama pembelajaran; 2) mencatat perilaku siswa dengan menggunakan lembar observasi/ pengamatan; 3) menindaklanjuti hasil pengamatan; dan 4) mendeskripsikan perilaku siswa.
  • Penilaian aspek pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui tahapan: 1) menyusun perencanaan penilaian; 2) mengembangkan instrumen penilaian; 3) melaksanakan penilaian; 4) memanfaatkan hasil penilaian; dan 5) melaporkan hasil penilaian dalam bentuk angka dengan skala 0-100 dan deskripsi.
  • Kelulusan siswa berdasarkan pertimbangan yang sesuai

 

 

5.      STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

 

5.1.a  Ketersediaan guru sesuai ketentuan

5.1.1. Berkualifikasi minimal S1/D4

 

Ketersediaan guru berkualifikasi minimal S1/D4 dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Guru SD harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) dalam bidang pendidikan SD/MI (D-IV/S1 PGSD/PGMI) atau psikologi yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi
  • Guru SMP/SMA/SMK (pada kelompok mata pelajaran normatif dan adaptif) harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu, dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi.

 

5.1.2. Rasio guru kelas dan guru mata pelajaran terhadap rombongan belajar sesuai standar

 

  • SD terdiri atas guru kelas dan guru mata pelajaran yang penugasannya ditetapkan oleh masing-masing satuan Pendidikan sesuai dengan keperluan.
  • Pendidik pada SD mengajar dengan rasio minimal jumlah siswa adalah 1: 2
  • Pendidik pada SMP dan SMA mengajar dengan rasio minimal jumlah siswa adalah 1: 20.

 

5.1.3. Tersedia untuk tiap mata pelajaran

  • Mata pelajaran pada SD mencakup guru mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta guru mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan
  • Pendidik pada SMP dan SMA terdiri atas guru mata pelajaran yang penugasannya ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keperluan
  • Pendidik pada SMK terdiri atas guru mata pelajaran dan instruktur bidang kejuruan yang penugasannya ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keperluan.

 

5.1.4. Guru bersertifikat pendidik

Guru memiliki sertifikat profesi guru sesuai jenjang pendidikannya.

 

5.1.b Kompetensi guru sesuai ketentuan

5.1.5. Berkompetensi pedagogik berdasarkan PKG minimal baik


Guru memiliki kompetensi pedagogik berdasarkan PKG minimal baik.

 

5.1.6. Berkompetensi kepribadian berdasarkan PKG minimal baik

 

Guru memiliki kompetensi kepribadian berdasarkan PKG minimal baik

 

5.1.7. Berkompetensi profesional berdasarkan PKG minimal baik

 

Guru memiliki kompetensi profesional berdasarkan PKG minimal baik

 

5.1.8. Berkompetensi sosial berdasarkan PKG minimal baik

 

Guru memiliki kompetensi sosial berdasarkan PKG minimal baik

 

 

5.2.a Ketersediaan kepala sekolah sesuai ketentuan

5.2.1. Berkualifikasi minimal S1/D4

 

Kepala Sekolah kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi

 

5.2.2. Berusia sesuai kriteria saat pengangkatan

 

Kepala Sekolah berusia sesuai kriteria saat pengangkatan, yakni setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah.

 

5.2.3. Berpengalaman mengajar sesuai persyaratan

 

Kepala Sekolah memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing

 

5.2.4. Berpangkat minimal III/c atau setara

 

Kepala Sekolah memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.

 

5.2.5. .Bersertifikat pendidik

 

Kepala Sekolah memiliki sertifikasi pendidik yang dikeluarkan oleh lembaga pendidik dan tenaga kependidikan.

 

5.2.6. .Bersertifikat kepala sekolah

 

Kepala Sekolah sertifikat kepala sekolah yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

 

 

5.2.b Kompetensi kepala sekolah sesuai ketentuan

5.2.7. Berkompetensi kepribadian berdasarkan PK-KS minimal baik

 

Kepala Sekolah memiliki kompetensi kepribadian berdasarkan PK-KS minimal baik

 

5.2.8. Berkompetensi manajerial berdasarkan PK-KS minimal baik

 

Kepala Sekolah memiliki kompetensi manajerial berdasarkan PK-KS minimal baik

 

5.2.9. Berkompetensi kewirausahaan berdasarkan PK-KS minimal baik

 

Kepala Sekolah memiliki kompetensi kewirausahaan berdasarkan PK-KS minimal baik

 

5.2.10..Berkompetensi supervisi berdasarkan PK-KS minimal baik

 

Kepala Sekolah memiliki kompetensi supervisi berdasarkan PK-KS minimal baik

 

5.2.11. Berkompetensi sosial berdasarkan PK-KS minimal baik

 

Kepala Sekolah memiliki kompetensi sosial berdasarkan PK-KS minimal baik

 

 

5.3.a  Ketersediaan tenaga administrasi sesuai ketentuan

5.3.2. Memiliki Kepala Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) berkualifikasi minimal SMK/sederajat bersertifikat (Pengecualiaan bagi SD tidak perlu diisi)

 

Sekolah memiliki Kepala TAS berkualifikasi minimal SMK/ sederajat dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Kepala TAS SD berpendidikan minimal lulusan SMK atau yang sederajat, program studi yang relevan dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah minimal 4 (empat) tahun.
  • Kepala TAS SMP berpendidikan minimal lulusan D3 atau yang sederajat, program studi yang relevan, dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah minimal 4 (empat) tahun
  • Kepala TAS SMA/SMK berpendidikan S1 program studi yang relevan dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah minimal 4 (empat) tahun, atau D3 dan yang sederajat, program studi yang relevan, dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah minimal 8 (delapan) tahun


5.3.3. Memiliki Kepala Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) bersertifikat (Pengecualiaan bagi SD tidak perlu diisi)

 

Kepala TAS memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah

 

5.3.4. Memiliki Tenaga Pelaksana Urusan Administrasi berpendidikan sesuai ketentuan

 

Tenaga Pelaksana Urusan Administrasi sesuai ketentuan sebagai berikut:

 

Bagi SD

  • Pelaksana Urusan Administrasi Umum untuk SD/MI/SDLB (Operator Sekolah) berpendidikan minimal SMK/MAK/SMA/MA atau yang sederajat.
  • Penjaga Sekolah berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau sederajat.
  • Pesuruh berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat

 

Bagi SMP/SMA/SMK

  • Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian berpendidikan minimal lulusan
  • SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat
  • Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK, program studi yang relevan, atau SMA/MA dan memiliki sertfikat yang relevan.
  • Pelaksana Urusan Administrasi Sarana dan Prasarana berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat.
  • Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat ber- pendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat.
  • Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK, program studi yang relevan.
  • Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat.
  • Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat.
  • Pelaksana Urusan Administrasi Umum untuk SD/MI/SDLB berpendidikan minimal SMK/MAK/SMA/MA atau yang sederajat.
  • Penjaga Sekolah berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau sederajat.
  • Tukang Kebun berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau sederajat.
  • Tenaga Kebersihan berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat.
  • Pengemudi berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat, memiliki SIM yang sesuai.
  • Pesuruh berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat

 

5.3.b  Kompetensi tenaga administrasi sesuai ketentuan

5.3.6. Kepala TAS berkompetensi kepribadian berdasarkan penilaian atasan minimal baik (Pengecualiaan bagi SD tidak perlu diisi)

Kompetensi kepribadian Kepala TAS minimal baik berdasarkan penilaian atasan/ Kepala Sekolah, dengan indikator kepribadian sebagai berikut:

  • Memiliki integritas dan akhlak mulia
  • Memiliki etos kerja
  • Mengendalikan diri
  • Memiliki rasa percaya diri
  • Memiliki fleksibilitas
  • Memiliki ketelitianMemiliki kedisiplinan
  • Memiliki kreativitas dan inovasi
  • Memiliki tanggung jawab

 

5.3.7. Berkompetensi sosial berdasarkan penilaian atasan minimal baik (Pengecualiaan bagi SD tidak perlu diisi)

 

Kepala TAS memiliki kompetensi sosial minimal baik berdasarkan penilaian atasan/ Kepala Sekolah dengan indikator sebagai berikut:

·         Bekerja sama dalam tim

·         Memberikan layanan prima

·         Memiliki kesadaran berorganisasi

·         Berkomunikasi efektif

·         Membangun hubungan kerja

 

5.3.8. Berkompetensi teknis berdasarkan penilaian atasan minimal baik (Pengecualiaan bagi SD tidak perlu diisi)

 

Kepala TAS memiliki kompetensi teknis minimal baik berdasarkan penilaian atasan/Kepala Sekolah dengan indikator sebagai berikut:

·         Melaksanakan administrasi kepegawaian

·         Melaksanakan administrasi keuangan

·         Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana

·         Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat

·         Melaksanakan administrasi persuratan dan pengarsipan

·         Melaksanakan administrasi kesiswaan

·         Melaksanakan administrasi kurikulum

·         Melaksanakan administrasi layanan khusus

·         Menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

 

 

5.3.9. Berkompetensi manajerial berdasarkan penilaian atasan minimal baik

 

Kepala tenaga administrasi sekolah memiliki kompetensi:

·         Mendukung pengelolaan standar nasional pendidikan

·         Menyusun program dan laporan kerja

·         Mengorganisasikan staf

·         Mengembangkan staf

·         Mengambil keputusan

·         Menciptakan iklim kerja kondusi

·         Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya

·         Membina staf

·         Mengelola konflik

·         Menyusun laporan

 

 

5.4.a Ketersediaan laboran sesuai ketentuan (Pengecualian untuk SD tidak perlu diisi)

 

5.4.2 . Memiliki Kepala Tenaga Laboratorium berkualifikasi sesuai

 

Sekolah memiliki tenaga laboratorium sesuai kualifikasi sebagai berikut:

·         Minimal sarjana (S1) untuk jalur guru.

·         Minimal diploma tiga (D3) untuk jalur laboran/teknisi

 

5.4.3. Memiliki Kepala Tenaga Laboratorium bersertifikat

 

Kepala Tenaga Laboratorium memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

 

5.4.4. Tersedia Kepala Tenaga Laboratorium berpengalaman sesuai ketentuan

 

Kepala Tenaga Laboratorium berpengalaman sesuai ketentuan sebagai berikut:

·         Minimal 3 tahun sebagai pengelola praktikum untuk jalur guru.

·         Minimal 5 tahun sebagai laboran atau teknisi untuk jalur guru.

 

5.4.6. Memiliki Tenaga Teknisi Laboran berpendidikan sesuai ketentuan

  • Memiliki Tenaga Teknisi Laboran kualifikasi pendidikan sesuai ketentuan, sebagai berikut
  • Minimal lulusan program diploma dua (D2) yang relevan dengan peralatan laboratorium, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah
  • Memiliki sertifikat teknisi laboratorium sekolah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah

 

5.4.8. Memiliki Tenaga Laboran berpendidikan sesuai ketentuan

 

Memiliki tenaga laboran dengan kualifikasi pendidikan sebagai berikut:

  • Minimal lulusan program diploma satu (D1) yang relevan dengan jenis labor- atorium, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah
  • Memiliki sertifikat laboran sekolah dari perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.

 

5.4.b Kompetensi laboran sesuai ketentuan

 

5.4.9. Berkompetensi kepribadian berdasarkan penilaian atasan minimal baik

 

Tenaga Laboran memiliki kompetensi sebagai berikut:

·         Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, mantap, dan berakhlak mulia

·         Menunjukkan komitmen terhadap tugas

 

5.4.10. Berkompetensi sosial berdasarkan penilaian atasan minimal baik

 

Tenaga Laboran memiliki kompetensi social sebagai berikut:

·         Bekerja sama dalam pelaksanaan tugas

·         Berkomunikasi secara lisan dan tulisan

 

 

5.4.11. Berkompetensi manajerial berdasarkan penilaian atasan minimal baik

 

Tenaga laboran memiliki kompetensi manajerial sebagai berikut:

·         Merencanakan kegiatan dan pengembangan laboratorium sekolah

·         Mengelola kegiatan laboratorium sekolah

·         Membagi tugas teknisi dan laboran laboratorium sekolah

·         Memantau sarana dan prasarana laboratorium sekolah

·         Mengevaluasi kinerja teknisi dan laboran serta kegiatan laboratorium sekolah

 

5.4.12. Berkompetensi profesional berdasarkan penilaian atasan minimal baik

 

Tenaga Laboran memiliki kompetensi professional sebagai berikut:

  • Menerapkan gagasan, teori, dan prinsip kegiatan laboratorium sekolah Memanfaatkan laboratorium untuk kepentingan pendidikan dan penelitian di sekolah
  • Menyiapkan kegiatan laboratorium sekolah
  • Merawat peralatan dan bahan di laboratorium sekola
  • Merawat ruang laboratorium sekolah
  • Mengelola bahan dan peralatan laboratorium sekolah
  • Melayani kegiatan praktikum
  • Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium sekolah

 

5.5.a Ketersediaan pustakawan sesuai ketentuan (Pengecualiaan untuk SD)

5.5.2. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan berkualifikasi sesuai

  • Serendah-rendahnya diploma empat (D4) atau sarjana (S1) untuk jalur guru
  • Berkualifikasi diploma dua (D2) Ilmu Perpustakaan dan Informasi bagi pustakawan
  • Berkualifikasi diploma dua (D2) non-Ilmu Perpustakaan dan Informasi bagi yang bukan pustakawan

 

5.5.3. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan bersertifikat Penjelasan

 

Kepala Tenaga Pustakawan memiliki sertifikat memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah untuk jalur guru dan yang bukan pustakawan.

 

5.5.4. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan berpengalaman sesuai ketentuan

 

Kepala Tenaga Pustakawan berpengalaman sesuai ketentuan sebagai berikut:

·         Minimal 3 tahun untuk guru

·         Minimal 4 tahun di perpustakaan sekolah untuk yang bukan pustakawan

 

5.5.6. Memiliki Tenaga Pustakawan berpendidikan sesuai ketentuan

 

Tenaga Pustakawan memiliki kualifikasi pendidikan sebagai berikut:

  • berkualifikasi SMA atau yang sederajat
  • bersertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah.

 

5.5.b Kompetensi pustakawan sesuai ketentuan

5.5.7. Kepala Tenaga Pustakawan berkompetensi manajerial berdasarkan penilaian atasan minimal baik

 

Kepala Tenaga pustakawan memiliki kompetensi manajerial dengan indicator sebagai berikut:

·         Memimpin tenaga perpustakaan sekolah

·         Merencanakan program perpustakaan sekolah

·         Melaksanakan program perpustakaan sekolah

·         Memantau pelaksanaan program perpustakaan sekolah

·         Mengevaluasi program perpustakaan sekolah

 

 

5.5.8. Berkompetensi pengelolaan informasi berdasarkan penilaian atasan minimal baik

 

Kepala Tenaga Pustakawan memiliki kompetensi pengelolaan informasi berdasarkan penilaian atasan minimal baik, dengan indikator sebagai berikut:

·         Mengembangkan koleksi perpustakaan sekolah

·         Mengorganisasi informasi

·         Memberikan jasa dan sumber informasi

·         Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

 

5.5.9. Berkompetensi kependidikan berdasarkan penilaian atasan minimal baik

 

Tenaga Pustakawan memiliki kompetensi kependidikan berdasarkan penilaian atasan minimal baik, dengan indikator sebagai berikut:

·         Memiliki wawasan kependidikan

·         Mengembangkan keterampilan memanfaatkan informasi

·         Mempromosikan perpustakaan

·         Memberikan bimbingan literasi informasi

 

 

5.5.10. Berkompetensi kepribadian berdasarkan penilaian atasan minimal baik

 

Tenaga pustakawan memiliki kompetensi kepribadian berdasarkan penilaian atasan minimal baik, dengan indicator sebagai berikut:

·         Memiliki integritas yang tinggi

·         Memiliki etos kerja yang tinggi

 

5.5.11. Berkompetensi sosial berdasarkan penilaian atasan minimal baik

 

Tenaga pustakawan memiliki kompetensi sosial berdasarkan penilaian atasan minimal baik, dengan indikator sebagai berikut:

·         Membangun Hubungan social

·         Membangun Komunikasi

 

5.5.12. Berkompetensi pengembangan profesi berdasarkan penilaian atasan minimal baik

 

Tenaga Pustakawan memiliki kompetensi pengembangan profesi berdasarkan penilaian atasan minimal baik, dengan indikator sebagai berikut:

·         Mengembangkan ilmu

·         Menghayati etika profesi

·         Menunjukkan kebiasaan membaca

 

6.      Standar Sarana dan Prasarana

6.1. Kapasitas daya tampung sekolah memadai

 

Bagi SD

  • Satu SD/MI memiliki minimum 6 rombongan belajar dan maksimum 24 rombongan belajar.
  • Luas lahan minimum dapat menampung sarana dan prasarana untuk melayani jumlah rombongan belajar minimum.
  • Kondisi lahan sekolah memenuhi persyaratan (Lihat di Buku Indikator Mutu)
  • Rasio luas lahan sesuai dengan jumlah siswa (Lihat di Buku Indikator Mutu) Kondisi Bangunan Sekolah Memada
  • Memiliki ragam prasarana sesuai ketentuan

 

Bagi SMP

  • Satu SMP/MTs memiliki minimum 3 rombongan belajar dan maksimum 24 rombongan belajar.
  • Luas lahan minimum dapat menampung sarana dan prasarana untuk melayani jumlah rombongan belajar minimum.
  • Kondisi lahan sekolah memenuhi persyaratan (Lihat di Buku Indikator Mutu)
  • Rasio luas lahan sesuai dengan jumlah siswa (Lihat di Buku Indikator Mutu)Kondisi Bangunan Sekolah Memadai
  • Memiliki ragam prasarana sesuai ketentuan

 

Bagi SMA

  • Satu SMA/MA memiliki minimum 3 rombongan belajar dan maksimum 27 rombongan belajar
  • Luas lahan minimum dapat menampung sarana dan prasarana untuk melayani jumlah rombongan belajar minimum.
  • Kondisi lahan sekolah memenuhi persyaratan (Lihat di Buku Indikator Mutu)
  • Rasio luas lahan sesuai dengan jumlah siswa (Lihat di Buku Indikator Mutu)
  • Kondisi Bangunan Sekolah Memadai
  • Memiliki ragam prasarana sesuai ketentuan

 

Bagi SMK

·         Satu SMK/MAK memiliki sarana dan prasarana yang dapat melayani minimum 3 rombongan belajar dan maksimum 48 rombongan belajar.

·         Luas lahan minimum dapat menampung sarana dan prasarana untuk melayani jumlah rombongan belajar minimum.

·         Kondisi lahan sekolah memenuhi persyaratan (Lihat di Buku Indikator Mutu)

·         Rasio luas lahan sesuai dengan jumlah siswa (Lihat di Buku Indikator Mutu)

·         Kondisi Bangunan Sekolah Memadai

·         Memiliki ragam prasarana sesuai ketentuan

 

6.2.  Sekolah memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang lengkap dan layak

 

Sekolah memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang lengkap dan layak, dengan indikator sebagai berikut:

 

Bagi SD

·         Memiliki ruang kelas sesuai rombel;

·         Memiliki ukuran ruang kelas minimal 12 m2;

·         Memiliki tempat bermain/lapangan sesuai standar

·         Memiliki ruang perpustakaan sesuai standar

 

Bagi SMP

·         Memiliki ruang kelas sesuai rombel;

·         Memiliki ukuran ruang kelas kurang dari 12x18 m2;

·         Memiliki tempat bermain/lapangan sesuai standar

·         Memiliki ruang perpustakaan sesuai standar

·         Memiliki laboratorium IPA sesuai standar

·         Memiliki laboratprium Bahasa sesuai standar

 

Bagi SMA/ SMK

·         Memiliki Ruang Kelas Sesuai Standar, SMK minimal 18 m2

·         Memiliki ruang perpustakaan sesuai standar

·         Memiliki tempat bermain/lapangan sesuai standar

·         Memiliki laboratorium biologi sesuai standar

·         Memiliki laboratorium fisika sesuai standar

·         Memiliki laboratorium kimia sesuai standar

·         Memiliki laboratorium komputer sesuai standar

·         Memiliki laboratprium Bahasa sesuai standar

 

6.3.  Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendukung yang lengkap dan layak

 

Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendukung yang lengkap dan layak, dengan indicator sebagai berikut:

 

SD/SMP/SMA

·         Memiliki ruang pimpinan sesuai standar

·         Memiliki ruang guru sesuai standar

·         Memiliki ruang uks sesuai standar

·         Memiliki tempat ibadah sesuai standar

·         Memiliki jamban sesuai standar

·         Memiliki gudang sesuai standar

·         Memiliki ruang sirkulasi sesuai standar

·         Memiliki ruang tata usaha sesuai standar

·         Memiliki ruang konseling sesuai standar

·         Memiliki ruang organisasi kesiswaaan sesuai standar

·         Menyediakan kantin yang layak

·         Menyediakan tempat parkir yang memadai

 

SMK

·         Memiliki ruang pimpinan sesuai standar

·         Memiliki ruang guru sesuai standar

·         Memiliki ruang uks sesuai standar

·         Memiliki tempat ibadah sesuai standar

·         Memiliki jamban sesuai standar

·         Memiliki gudang sesuai standar

·         Memiliki ruang sirkulasi sesuai standar

·         Memiliki ruang tata usaha sesuai standar

·         Memiliki ruang konseling sesuai standar

·         Memiliki ruang organisasi kesiswaaan sesuai standar

·         Menyediakan kantin yang layak

·         Menyediakan tempat parkir yang memadai

·         Menyediakan unit kewirausahaan dan bursa kerja

 

7.      Standar Pengelolaan Pendidikan

 

7.1. Sekolah melakukan perencanaan pengelolaan

 

Sekolah melakukan perencanaan pengelolaan sekolah dengan indikator sebagaiberikut:

·         Memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas sesuai ketentuan

·         Mengembangkan rencana kerja sekolah dengan ruang lingkup sesuai ketentuan (RKJM, RKT, RKAS)

·         Melibatkan pemangku kepentingan sekolah dalam perencanaan pengelolaan

·         Mensosialisasikan rencana kerja sekolah ke seluruh warga sekolah

 

7.2.  Program pengelolaan dilaksanakan sesuai ketentuan

 

Program pengelolaan dilaksanakan sesuai ketentuan denan indikator sebagai berikut:

·         Memiliki pedoman pengelolaan sekolah lengkap: menyusun pedoman, melaksanakan dan mengevaluasi selurug program dan kegiatan

·         Menyelenggarakan kegiatan layanan kesiswaan; 1) Menetapkan petunjuk teknis PPDB; 2) layanan BP/BK; 3)melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler, kokurikuler; 4) pembinaan siswa unggul; 5) penelusuran alumni

·         Meningkatkan dayaguna pendidik dan tenaga kependidikan: 1) Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah; 2) reward-punishment bagi guru dan tendik; 3) menilai kinerja guru dan tendik.

·         Melaksanakan kegiatan evaluasi diri/ EDS (Pemetaan mutu)

·         Membangun kemitraan dan melibatkan peran serta masyarakat serta lembaga lain yang relevan

·         Melaksanakan pengelolaan bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran: 1) Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur; 2) peraturan akademik; 3) tata tertib; 4) penetapan kode etik sekolah bagi semua pihak;

·         mekanisme penyampaian ketidakpuasan siswa dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar

 

7.3. Kepala sekolah berkinerja baik dalam melaksanakan tugas kepemimpinan berdasarkan PK-KS

 

Kepala sekolah berkinerja baik dalam melaksanakan tugas kepemimpinan berdasarkan PK-KS, dengan indikator sebagai berikut:

·         Berkepribadian dan bersosialisasi dengan baik

·         Berjiwa kepemimpinan

·         Mengembangkan sekolah dengan baik

·         Mengelola sumber daya dengan baik

·         Berjiwa kewirausahaan

·         Melakukan supervisi dengan baik

 

7.4. Sekolah mengelola sistem informasi manajemen

 

Sekolah mengelola system informasi manajemen dengan indikator sebagai berikut:

·         Menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif dan mudah diakses;

·         Mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif, efisien dan akuntabel;

·         Menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi maupun pemberian informasi atau pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah baik secara lisan maupun tertulis dan didokumentasikan;

·         Melaporkan data informasi sekolah yang telah terdokumentasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

 

 

8.      STANDAR PEMBIAYAAN

 

8.1. Beban operasional sekolah sesuai ketentuan

 

Beban operasional sekolah sesuai ketentuan, antara lain:

  • Memiliki standar biaya yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasional nonpersonalia selama 1 (satu) tahun
  • Terdapat standar biaya operasi nonpersonalia per sekolah/program keahlian,per rombongan belajar, dan per siswa, serta besaran presentase minimum biaya alat tulis sekolah (ATS) dan bahan dan alat habis pakai (BAHP),
  • Pengambilan keputusan dalam penetapan besarnya dana yang digali dari masyarakat sebagai biaya operasional dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait (kepala sekolah melibatkan komite sekolah, perwakilan guru, perwakilan tenaga kependidikan, perwakilan siswa dan penyelenggara pendidikan/yayasan untuk swasta).


Langkah Pengisian:

  1. Operator mengakses IP-SNP, di https://www.lpmpjabar.go.id/ dan mengisi data dasar.
  2. Bersama Kepala Sekolah dan TPMPS mempelajari IP-SNP dan Buku Suplemen IP-SNP.
  3. TPS atau TPMS mengisi IP-SNP sesuai dengan data yang sebenarnya sesuai dengan kondisi sekolah.
  4. Kepala Sekolah memverifikasi data mutu yang telah diisikan pada IP-SNP.
  5. Pengawas memvalidasi data mutu yang telah diverifikasi oleh Kepala Sekolah.
  6. Operator mengirim data mutu yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh pengawas ke ……………………………….



LINK ALAMAT

  1. IP-SNP : akses di https://www.lpmpjabar.go.id/
  2. Suplemen IP-SNP: download di https://www.lpmpjabar.go.id/  atau di instrumennya (IP-SNP)
  3. Materi : http://ringkas.kemdikbud.go.id/materibimtekpd1
  4. Link Demo (Latihan Pengisian): http://gg.gg/latihan_ipsnp_sma



ATURAN PENGISIAN IP-SNP 2020 


Setiap sekolah diperkenankan mengisi 1x (satu kali) IP-SNP, untuk itu setiap sekolah wajib memiliki gmail (email dari google) yang digunakan untuk login dan submit IP-SNP 2020. Responden yang tidak menyertakan email atau menggunakan email selain dari google tidak akan bisa melakukan submit.

Semua pertanyaan dalam formulir IP-SNP 2020 wajib di isi/di jawab, jika tidak maka responden tidak akan dapat submit.

Responden yang mengisi formulir IP-SNP 2020 adalah TPMPS.

Setelah responden melakukan submit, maka akan ada konfirmasi ke email, responden bisa me-reviu atau meng-edit hasil pengisian IP-SNP 2020 di dalam email tersebut.

Batas terakhir pengisian formulir IP-SNP 2020 adalah tanggal 31 Agustus 2020


 

Sumber :

https://yuliridawatidahlan.gurusiana.id/

Buku suplemen IP-SNP

https://www.lpmpjabar.go.id/