Ilustrasi COVID-19


Tips Sembuh dari Corona (COVID-19)




Sukadibaca - Fitri Amaliah (25), pasien pertama yang dinyatakan sembuh dari Corona (COVID-19) di Provinsi Sulawesi Tenggara mengatakan salah satu hal yang dia lakukan saat menjalani isolasi adalah menjaga pikiran tetap tenang dan tidak stres.

"Karena kalau stres imun tubuh menurun. Jadi diusahakan saja untuk tidak stres. Saya baca buku, main game, saling memberikan kabar sama teman, keluarga lewat telpon," katanya di Kendari, Kamis (9/4/2020).

Selain itu, dirinya juga mengaku terus mendapatkan dukungan dan motivasi dari keluarga, teman dan orang-orang terdekatnya. Sehingga dorongan untuk sembuh semakin besar.

"Sebetulnya tidak menjauhi (teman-teman), tetapi lebih memberi support, langsung telepon langsung beri dukungan. Kalau ini (positif Corona COVID-19) pasti sembuh. Tenang saja, gejalanya tidak berat," ujar Fitri menirukan kata-kata dukungan dari teman-temanya.

Fitri sempat menjalani isolasi bersama pasien lainnya di Rumah Sakit Bahteramas karena positif virus corona berdasarkan hasil uji sampel tenggorok (swab) pada tanggal 19 Maret 2020.

Selanjutnya, pada Tanggal 28 April 2020 dirinya dinyatakan sembuh. Meskipun pada saat itu dirinya telah dinyatakan sembuh, dokter belum mengizinkan pulang karena pertimbangan psikologis bagi dirinya, keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Lalu pada Hari Rabu (8/4/2020) sekitar pukul 14.50 Wita, Fitri baru diizinkan keluar untuk meninggalkan RSUD Bahtermas Kendari.

Wanita berhijab ini menceritakan bahwa dirinya adalah salah satu pasien yang pernah positif terkena virus corona (COVID-19). Namun, sekarang telah dinyatakan sembuh dan telah dinyatakan negatif berkat pemeriksaan dan perawatan seluruh dokter dan perawat Rumah Sakit Bahterasmas.

"Awal mula saya kena gejala itu pada tanggal 4 Maret 2020. Gejalanya itu demam, sakit tenggorokan, pilek, batuk, terus menggigil gejala-gejala umum. Tapi pas periksa ke dokter langsung mendapat rujukan karena ada perjalanan ke luar negeri (umrah) dan masuk ruang isolasi pada tanggal 9 Maret 2020," ungkapnya seperti dikutip dari Antara.

Saat menjalani pemeriksaan di RSUD Bahteramas, pada Tanggal 9 Maret 2020, ia langsung dibawa ke ruang isolasi oleh tim medis lantaran memiliki riwayat perjalanan Umrah dan menunjukkan gejala Corona (COVID-19) . Dirinya mengaku sempat khawatir positif saat uji swab.

"Perasaan waktu dirawat sebetulnya cukup khawatir, bertanya-tanya apakah nanti positif betulan atau tidak. Tapi setelah dinyatakan positif juga tidak merasakan sakit yang parah. Kalau dalam kategori saya dalam kategori ringan, ndak berat jadi proses penyembuhannya juga cepat," ungkapnya.


Sumber : liputan6.com