PSBB Diperpanjang, Penyebaran COVID-19 Semakin Bertambah

PSBB diperpanjang
Foto diambil saat pengumuman perpanjangan PSBB 

Sukadibaca.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. Perpanjangan PSBB akan diperpanjang hingga 28 hari ke depan.




"Kami putuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PSBB. Diperpanjang 28 hari," ujar Anies dalam jumpa pers di Balai Kota, Rabu (22/4/2020).

PSBB juga diperpanjang karena mempertimbangkan kasus positif Covid-19 di Ibu Kota masih saja terus meningkat.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris pun mengusulkan perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk 28 hari sekaligus.

Sebagai informasi, PSBB periode pertama diterapkan sejak Rabu (15/4/2020), dan akan berakhir, Selasa (28/4/2020).

Idris mengatakan, PSBB akan diperpanjang karena peningkatan kasus Covid-19 yang masih saja terus terjadi selama PSBB periode pertama, yang menunjukkan bahwa penerapannya masih belum efektif.


krl diberhentikan operasional sementara

Lima Kepala Daerah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) juga kembali mengusulkan pemberhentian operasional sementara kereta rel listrik atau KRL. Usul ini disampaikan berdasarkan hasil evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada periode sebelumnya.


"Kami lima Kepala Daerah akan tetap mengusulkan kepada Kemenhub untuk menghentikan sementara Operasional KRL selama PSBB," kata Bupati Bogor Ade Yasin usai rapat bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan perwakilan Bupati Bekasi di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu petang.

Ia menyayangkan karena tidak adanya perubahan operasional kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek saat penerapan PSBB dengan sebelum diterapkannya PSBB.

"Paling tidak membatasi, menutup stasiun tertentu dan menyeleksi orang orang yang akan bepergian menggunakan KRL," kata perempuan yang juga merupakan Ketua Gugus Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu.

Ade Yasin, menyebutkan bahwa rata-rata pasien yang dinyatakan positif tertular virus COVID-19 yang berdomisili di Kabupaten Bogor lantaran tertular virus itu di dalam KRL.


"Kami yakin salah satu penyebab maraknya positif itu karena KRL. Dari data yang ada rata-rata dari penumpang kereta. Kasus positif pertama yang di Bojonggede itu dari kereta," ujarnya.




 

No comments

Semua ada solusinya. Powered by Blogger.